Sejarah Singkat SEKOLAH RAKYAT

Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pendidikan berbasis komunitas yang mendapat dukungan penuh dari negara. Program ini bertujuan menjangkau anak-anak yang belum tersentuh pendidikan formal, baik karena faktor ekonomi, geografis, maupun sosial. Sekolah Rakyat adalah wujud nyata dari cita-cita Presiden Prabowo: “Tidak boleh ada satu anak Indonesia pun yang tertinggal.” Program ini bersifat terbuka dan fleksibel dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Selain berfungsi sebagai lembaga pendidikan formal, Sekolah Rakyat juga menjadi pusat pembentukan karakter dan pelatihan keterampilan praktis.
Tujuan Utama Sekolah Rakyat
- Memastikan pemerataan akses pendidikan hingga pelosok
- Menghapus hambatan ekonomi dalam memperoleh
- Meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia
- Menumbuhkan rasa nasionalisme dan tanggung jawab sosial generasi
Karakteristik Sekolah Rakyat
- Memberikan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, serta membantu mereka keluar dari jerat kemiskinan.
- Menargetkan peserta didik dari keluarga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.
- Menggunakan kurikulum nasional dengan penekanan pada penguatan karakter, keterampilan hidup, pola pikir positif, serta didukung sistem pendidikan berasrama.
- Menerapkan model belajar kolaboratif dengan pendekatan interaktif, gotong royong, dan berbasis aktivitas nyata, sehingga pembelajaran lebih menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
- Menyediakan fasilitas sekolah berasrama gratis, termasuk asrama, makanan, pakaian, buku, dan alat tulis.
- Didanai sepenuhnya oleh negara, terutama melalui Kementerian Sosial, dengan dukungan lintas kementerian.
- Berlokasi di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) atau wilayah dengan konsentrasi kemiskinan tinggi.
- Merekrut guru khusus, termasuk relawan pendidikan yang bertugas di daerah 3T, dengan peran sebagai pendamping sosial.